Pinter? Bodoh? Keduanya

/
0 Comments
hidup ini cukup bodoh

          Jika saya katakan bahwa hidup ini cukup bodoh. apa pendapat anda? apakah anda setuju jika hidup ini memang bodoh, atau hanya diri anda yang bodoh atau hanya penulis artikel yang terlihat bodoh?

          sejatinya saya tak ingin berkata bahwa anda bodoh, atau kita bodoh atau hidup kita terlihat bodoh. yak tidak ada yang bodoh sama sekali di dunia ini, bahkan seseorang dengan ranking terakhir pun tak bisa dibilang bodoh.

          sejatinya kita semua, manusia adalah makhluk yang pintar atau bahkan super jenius, bahkan melibihi apa yang kita bayangkan, kapasitas otak kita saja lebih dari 1 tera.

          lalu apa maksud judul yang saya berikan diatas bahwa ‘hidup ini cukup bodoh’. apakah itu hanya sebuah judul? ya, benar itu memang judul dan tapi apa maksudnya?

          jika hidup ini cukup bodoh maka orang-orang-pun juga bodoh. tapi sebelumnya saya berkata bahwa tak ada satupun yang bodoh di dunia ini. lalu apa maksudnya?

          sejatinya manusia adalah makhluk yang pintar atau bisa dibilang jenius. tapi karena terlalu pintar terkadang kepintaran itu justru menimbulkan kebodohan.

          apa kebodohan itu? manusia itu ‘serakah’. itulah yang timbul akibat kepintaran manusia. boleh serakah tapi serakah dalam menimba ilmu, tapi bukan berarti kita gak membagikan ilmu kita ke orang lain.

          serakah. berarti kita adalah orang yang ‘rakus’. sifat ini bisa jadi baik dan bisa jadi buruk. tapi jika kita melihat realita kehidupan sepertinya kebanyakan serakah yang dimiliki orang adalah bersifat negatif.

          coba lihat, persaingan di zaman ini rasanya sangat sulit ditemukan fair play, fair play hanya menjadi sebuah penghias di spanduk atau penghias di ucapan saja.

          keserakahan membuat seseorang menjadi pelit. sulit untuk melepas hartanya untuk disedekahkan. keserakahan membuat orang sulit untuk berbagi. ‘sulit’ atau bahkan ‘tidak sama sekali’.

          dan yang paling parah ‘keserakahan’ membuat kita menjadi semakin ‘egois’. egois? sejatinya memang diperlukan dalam dosis tertentu. ketika anda diajak berbuat kejahatan anda harus menolaknya dan itu dibutuhkan ego tersendiri.


          tapi jika dalam dosis yang gak bener, egois justru menimbulkan keanehan, ketakseimbangan dan kehancuran. waw lebay sekali bahasanya tapi ya! this is reality.

          suatu hari ketika berada di perjalanan, saya melihat ketika 2 mobil dari persimpangan itu bertabrakan, mobil yang satu menabrak bagian belakang mobil didepannya.

          mobil didepannya itu berhenti dan sejenak pengemudinya keluar dan melihat keadaan mobilnya, lalu ketika melihat keadaan mobilnya, terdapat goresan. karena merasa kesal akhirnya si pengemudi ini (pengemudi a) langsung menggedor-gedor pintu si pengemudi b (pengemudi yang menabrak).

          si pengemudi b ini turun dan terjadi adu cekcok disitu. mereka pun tiba-tiba mulai berkelahi. orang-orang mulai menghampiri untuk melerai dan menyelesaikan.

          saya memperhatikan mereka berdua dari dekat. ketika salah seorang warga berusaha menyelesaikan permasalahan, pengemudi ini justru ga mau ada yang ngalah.

          “sudah, kalian berdua mending minta maaf dan saling memaafkan, gak berguna juga kalo kalian terus bertengkar kayak gini” kata salah seorang

          “enak aja, wong dia yang salah (nunjuk pengemudi b) lagian dia gak liat-liat jalan!” kata pengemudi a

          “lah! enak banget nyalahin gue! lagian kenapa lu ada disitu, udah tau di belokan gak boleh berhenti” kata pengemudi b

          “lah gue ga berhenti! gue jalan pelan, lu aja yang gak liat”

          dan begitulah seterusnya! adu mulut dengan bahasa yang semakin ekstrim membuat konflik ini gak berhenti. hingga akhirnya polisi datang dan mengajak mereka ke kantor polisi.

          sementara itu disuatu hari, saya melihat seorang pengendara motor yang secara gak sengaja menabrak spion sebuah mobil yang sedang berhenti menunggu lampu hijau.

          ‘braaak!’ spion mobil itupun copot tapi tak sampai jatuh (masih menggantung) lalu lampu-pun hijau dan mobil itu pun jalan, tapi tak beberapa lama kemudian mobil itu menepi dan pengemudinya keluar melihat kerusakan.

          tak selang lama sang pengendara motor itu datang dan turun dari motornya. lalu dia menghampiri pengemudi mobil itu dan meminta maaf sekaligus memberikan uang ganti.

          tapi pengemudi mobil itu menolaknya (terlihat dari tangannya) dia justru tersenyum ke pengendara motor itu, pengendara motor yang awalnya panik itu raut mukanya menjadi agak baikan, terlihat senyuman di wajahnya.

          setelah memperhatikan beberapa lama mereka justru ngobrol-ngobrol sambil makan es buah.

        dilihat dari kedua cerita diatas kita bisa mengambil sedikit hikmah. dicerita pertama kita melihat bahwa 2 orang itu gak mau ngalah, gak mau ada yang minta maaf. padahal dengan minta maaf masalah selesai. (yah walau ada yang mengganjal tapi sebenarnya itu cara paling baik)

          sementara dicerita kedua, kita melihat bahwa mereka saling memaafkan dan gak mau memperpanjang masalahnya (walaupun misal pengendara motor itu adalah teman pengendara mobil tetap saja jika ada kerusakan pengendara mobil itu bisa saja marah walaupun temannya)

          jika kita ambil pelajarannya maka : seseorang yang menghadapi sesuatu dengan amarah justru akan memperpanjang urusannya:D sementara orang yang menyelesaikan masalah dengan kesabaran akan memperpendek urusannya.

          sebagai manusia sudah jadi kewajiban sebenarnya untuk saling memaafkan dan bersikap sabar. toh, sabar itu punya banyak manfaat yang sudah terbukti. contohnya? seperti cerita kedua.

          masalah selesai, gak pake adu mulut yang bahasanya sampe ekstrim, gak bikin urat sampe timbul, gak bikin pusing. ditambah dengan sabar justru kita nambah temen baru. dan saling memaafkan adalah kuncinya! (kesabaran akan menimbulkan saling memaafkan).

          tapi sebaliknya jika kita terlalu mementingkan ego sendiri. lihat di cerita pertama. kita gak mau ngalah padahal udah tau salah. kita maunya menang terus dan gak mau kalah. pokoknya nurutin kemauan kita deh berasa dunia pake aturannya dia.

          Kawan, hidup ini bukan untuk dihiasi dengan rasa keserakahan, jika kita menghiasi dengan keserakahan maka ibarat kita bercermin tapi cermin itu buram atau bahkan hitam.

          kita gak bisa liat apa-apa, maka dari itu gak jarang orang yang serakah dan egois itu lebih suka ngoceh dan nuduh-nuduh orang lain dan gak pernah nuduh dirinya sendiri.

          maka dari itu tak jarang jika kita bertemu orang seperti ini bawaannya ya males dan bete. toh kita mau damai-damai ngomongnya tapi dia udah neror duluan:D

          Maka dari itu udah tau ketemu orang kayak gitu bete dan bosenin ya kita jangan jadi seperti itu:D kita wajib jadi orang yang sabar. gak perlu banyak alasan kenapa harus jadi orang sabar. jadi orang sabar itu banyak keuntungannya. apa aja keuntungannya? mending langsung aja jadi orang sabar.

          Jadi orang sabar. diterpa masalah gak mau adu cekcok berlebih dan minta maaf jadi solusi terbaik. gak nuduh orang lain atau gak menyalahkan orang lain tapi mencoba untuk koreksi diri sendiri dibanding menyalahkan orang lain. always intropeksi diri sendiri.

          yang mesti anda lakukan sekarang ya : intropeksi diri anda, apakah anda orang yang sabar? atau orang yang serakah? jangan malu untuk meminta pendapat orang tentang anda.

          “manusia itu pintar tapi sayang kepintarannya justru bisa menimbulkan keserakahan dan keegoisan buruk sehingga menimbulkan masalah besar. maka dari itu kita kudu dan wajib jadi orang sabar yang saling memaafkan agar kepintaran kita bermanfaat” –pradhipta8-


You may also like

Tidak ada komentar:

About me

Diberdayakan oleh Blogger.

Flickr Images