KECEWAKU......

/
0 Comments
SAYA KECEWA KARENA DIRI SAYA

        Pernahkah anda kecewa? Tak perlu DIJAWAB! Sudah pasti jawabannya ‘PERNAH’.

        Ya, semua orang pernah kecewa bahkan saya juga pernah (Gak ada yang nanya), Para orang sukses-pun juga pernah kecewa, orang hebat-pun juga pernah kecewa.

        Ketika ditanya ‘kenapa anda kecewa?’ jawabannya beragam, mulai dari ‘gara-gara dia kayak gini sih’ atau ‘gara-gara dia ngelakuin ini gak bener’ pokoknya kebanyakan mengkambing hitamkan orang lain. BUKAN BERCANDA! INI SERIUS LHO.

        Ketika saya kecewa-pun saya tak jarang mengkambing hitamkan orang lain, “gara-gara dia saya jadi kena masalah”, “gara-gara dia saya jadi kayak gini, coba kalo dia gak ikut campur tadi” tak jarang saya mengucapkan hal ini.

        Tapi lambat laun saya belajar dari suatu kejadian. Hari itu saya ‘dikambing hitamkan’ oleh orang lain, pokoknya dia nyalahin saya abis-abisan deh sampai dia marah-marah dan maki-maki saya, dalem hati sebenernya saya udah ngedumel ‘kok nyalahin saya? bukannya gara-gara anda sendiri anda jadi kayak gitu?’ saya ngerti dia menyalahkan saya agar tak kena masalah yang lebih besar. Ya sudah akhirnya saya kenalah masalah bersamanya, jadi kambing hitam, saya yang paling dicecer.

        Dari situ saya sempet kesel dan jengkel, ‘Masih ada aja orang yang suka nyalahin orang lain’ begitu kata saya dalam hati. LHO! TUNGGU DULU! Jadi selama ini begini toh perasaan orang yang dikambing hitamkan? GAK ENAK!

        Disinilah saya belajar bahwa menjadi kambing hitam itu gak enak dan menjengkelkan. Selama ini perbuatan yang saya lakukan ternyata membuat jengkel orang lain, jadi saya mengambil kesimpulan bahwa ‘Kita kecewa bukan karena perbuatan atau perilaku orang lain, melainkan karena perbuatan kita sendiri, ekspetasi kita sendiri’

        Kalau kita mengagumi orang dan tiba-tiba saja orang itu mengecewakan kita ya jangan salahkan orang itu, salahkan diri kita sendiri, toh siapa suruh kita kagum sama dia terlalu berlebihan? Akhirnya kita kecewa juga berlebihan kan:D

        Tapi bukan berarti saya mengajak anda semua untuk bertindak individualis atau bertindak nethink. SAMA SEKALI NGGAK! Jika anda berada dalam tim maka percayalah kepada teman setim anda, walaupun terkadang hasilnya mengecewakan, jangan mengkambing hitamkan rekan setim anda, sekali lagi JANGAN MENGKAMBING HITAMKAN REKAN SETIM ANDA! Wong anda bekerja sebagai tim kok jelekin tim sendiri! Sekedar memberi nasihat itu gapapa tapi sekali lagi JANGAN mengkambing hitamkan rekan anda. Toh dalam tim juga diperlukan kesabaran dalam menjalin kerja sama hehe.

        Jika anda mengagumi seseorang juga jangan berlebihan, sebab ketika dia juga manusia biasa! Manusia biasa bisa berbuat salah kapan aja dan dimana aja, dan ketika mereka berbuat salah ya jangan kecewa, salah anda sendiri terlalu kagum sama dia sehingga lupa kalau ‘dia manusia biasa’.

        Bagaimana kalau urusan mimpi? Kalau kita gak boleh ‘ngefans’ berlebihan, jadi untuk urusan mimpi kita juga gak boleh ‘berlebihan’ ya? JUSTRU NGGAK! Sebagai seorang manusia ‘biasa’ punya mimpi itu WAJIB! Dan menurut saya mimpi seseorang itu harus BAIK dan TINGGI!

        Lho kenapa harus tinggi? bukannya kalau ketinggian malah bikin nyesek ya kalo gak tercapai? YA! Memang kalo ketinggian bikin nyesek kalo gak terwujud, tapi sekali lagi siapa suruh anda gak berusaha maksimal? Toh kalau punya mimpi besar otomatis anda akan berusaha maksimal juga, toh anda yang punya mimpi berarti anda sudah berniat mewujudkan mimpi itu. Jika anda bermimpi dan gak mewujudkannya, ITU BUKAN MIMPI NAMANYA, hehe:D

        Tapi perlu diingat, memang terkadang mimpi kita gak tercapai secara ‘langsung’ alias secara ‘instan’ sehingga butuh proses. Dalam prosesnya kita mengenal ‘kegagalan’ dan inilah bagian yang akan kita hadapi:D Kegagalan itu identik dengan ‘kekecewaan’ begitulah yang saya alamoi. Gak usah kaget ini hal biasa.

        Percaya atau nggak kegagalan bakal terus menemui kita! Makanya dalam berusaha dituntut untuk berusaha keras dan harus ‘keras kepala’ sehingga anda mampu bangkit! ‘Keras kepala’ kalo kita harus bangkit!

        Dan dalam berusaha perlu diingat bahwa kita harus menyisakan ruang kosong di hati kita. Buat apa? Buat kekecewaan. Singkat kata, kita harus menyediakan ruang untuk kekecewaan di hati kita.

        Kenapa? Sekali lagi, karena ruang kekecewaan itu adalah untuk kegagalan kita. Alasan kedua adalah ruang ini berfungsi agar anda tak stress berat ketika menghadapi kegagalan anda, ruang ini berfungsi menjadi pembuangan. Jika hati kita hanya diisi oleh ruang kesuksesan maka jika kita gagal, kegagalan ini justru akan mengisi ruang kesuksesan kita sehingga akhirnya ruang kesuksesan kita terisi oleh yang bukan ‘temennya’ alias ‘tercemari’ jadinya hati kita kotor dan kita stress berat.


        Sekali lagi saya katakan bahwa SEDIAKANLAH RUANG KEKECEWAAN DI HATI KITA! Usahakan ruang kekecewaan ini memiliki perabotan bernama keikhlasan, kesabaran dan kegigihan:D



You may also like

Tidak ada komentar:

About me

Diberdayakan oleh Blogger.

Flickr Images